Di setiap sekolah pasti ada siswa yang sering menjadi pusat perhatian. Memiliki wajah tampan ataupun canntik, berprestasi, popular, siswa seperti itulah yang biasanya menjadi pusat perhatian dan menjadi idola siswa lainnya.
Alex, siapa yang tidak mengenal dia, siswa SMA kelas 11 yang terkenal karena kepintarannya dibidang otomotif , siswa yang mewakili sekolahannya dalam lomba robotic tingkat Asia, selain kepintarannya dia juga memiliki wajah yang tampan. Banyak para siswi menyebutnya dengan sebutan lovely.
Alexa, siswa kelas 11 yang memiliki wajah cantik, baik hati, murah senyum dan
berjiwa sosial yang tinggi, sosok perempuan yang sempurna. Prestasi Alexa tidak
diragukan lagi, dia sering memenangkan lomba debat bahasa inggris, dia juga
berprestasi dalam bidang olahraga, khususnya renang. Sama seperti Alex, Alexa
juga banyak diidolakan, banyak para siswa yang menginginkannya menjadi pacar
dan sepertinya orang yang beruntung menjadi pacarnya adalah…
“Lex pacar lo makin hari makin cantik aja ya,” ucap Dodo saat melihat Alexa berjalan menuju kantin dengan wajah cantiknya yang tidak pernah terlupakan. Alex hanya tersenyum, mengangguk sambil memakan bakso yang dipesannya. Alex-lah orang yang beruntung itu, Alex bisa membuat Alexa menjadi pacarnya. Banyak siswa yang menyebut Alex da Alexa sebagai pasangan yang serasi.
Seperti biasanya, setiap pulang sekolah Alexa selalu bersama Kiki, lebih tepatnya Alexa selalu membonceng Kiki. Sayangnya hari ini Kiki tidak membawa motor dan Kiki akan pulang bersama ayahnya. Berhubung Kiki tidak membawa motor, Alexa akan naik angkot untuk sampai rumah.
“Kalo
ada pacar ngapain repot-repot naik angkot sih Al,” ucap Kiki tertawa. Tidak mau
merepotkan, itulah yang selalu Alexa katakana saat Kiki memintanya untuk pulang
bersama Alex. Meskipun berpacaran Alex dan Alexa tidak sering berangkat ataupun
pulang sekolah bersama, mereka bahkan jarang menghabiskan waktu berdua. Tidak
lama Alex datang menghampiri Alexa dan Kiki. Dalam hati Alexa berkata, kenapa
bisa kebetulan Alex datang.
“Ayo gue anter pulang,” ucap Alex. Kenapa bisa kebetulan sekali Alex ingin mengantarkan Alexa pulang?.
“Udah sana pulang bareng, jangan langsung pulang kerumah, ngetem aja dulu, itung-itung ngedate,” ucap Kiki tertawa.
“Itu
sih kamu Ki, sukanya ngetem di pinggir jalan” ucap Alexa seraya mencubit pipi
Kiki, membuat Kiki meringis dan Alex tertawa melihat kelakuan keduanya.
Jarak antar rumah Alex dan Alexa terbilang lumayan jauh, rumah mereka
berlawanan arah. Alexa memperhatikan Alex dari balik kaca spion motor. Alexa
meminta Alex untuk menghentikan motornya dipinggir jalan dan meminta Alex untuk
membuka helmnya, Alex sedikit bingung, Alexa melepas headset yang terpasang di
kedua telinga Alex.
“Bahaya,
naik motor sambil dengerin musik,” ucap Alexa. Alex tersenyum melihat Alexa
yang begitu perhatian. Alex mengenakan kembali helmnya dan melaju motornya
kembali.
Kolam renang sekolah adalah tempat favorite Alexa , siang itu guru matematika
tidak mengajar, sehingga tiga jam pelajaran kosong. Disaat teman-teman satu
kelas Alexa memilih makan dan tidur untuk mengisi kekosongan jam pelajaran,
Alexa justru memilih bersantai di kolam renang sekolah yang letaknya berada di
bagian timur sekolah. Alexa melepas sepatu beserta kaos kakinya, kemudian dia
duduk ditepi kolam dan memasukkan kedua kakinya kedalam kolam. Alexa biasa
melakukan hal itu untuk mengisi kekosongan waktunya disekolah, menikmati
tenangnya suasana kolam renang sambil mendengarkan musik melalui handphone.
“Jangan kelamaan di kolam, nanti masuk angin,” ucap seseorang yang tidak asing dari arah belakang Alexa, Alexa mengarahkan padangannya kebelakang dan melihat Alex dengan buku otomotifnya.
“Jangan
kebanyakan belajar, nanti otaknya bocor,” ucap Alexa. Terjadi keheningan
sejenak, mereka berdua saling pandang dan tertawa. Meskipun mereka berdua
berpacaran, bukan berarti mereka sering menghabiskan waktu bersama. Meskipun
mereka berdua berpacaran, bukan berarti mereka sering menggombal dan merayu.
Alexa dan Alex jarang bertemu, mereka berdua sibuk dengan kesibukan mereka
masing-masing. Alex sibuk dengan dunia otomitifnya dan Alexa sibuk dengan
berbagai kompetisi dan hobbinya. Alexa dan Alex tidak pernah saling menggombal
ataupun merayu, saat tanpa sengaja bertemupun mereka berdua hanya saling
menyapa dan tersenyum. Mereka berdua jarang bertelephone, bahkan tidak pernah
bertelephone, chattinganpun jarang mereka lakukan. Sedari awal berpacaran, mereka
berdua sudah membuat kesepakatan untuk tidak berlebihan dalam berpacaran dan
tetap memprioritaskan pelajaran dari pada pacaran.
Tidak terasa kini Alexa dan teman-temannya telah menjadi senior, kini Alexa
menduduki kelas 12 SMA. Tidak terasa pula hubungan Alexa dan Alex hampir dua
tahun. Saat itu Alex dan teman-teman satu kelasnya sedang berada di kolam
renang untuk mengisi pelajaran olahraga.
“Lex,
adek kelas manis-manis banget ya kaya madu,” ucap Dodo pada Alex, Alex hanya
tertawa melihat temannya yang playboy itu. Kebetulan jam pelajaran olahraga
kelas Alex bersamaan dengan jam pelajaran olahraga kelas10. Saat itu Alex ingin
keluar dari kolam dan mengganti pakaian renangnya dengan seragam, tiba-tiba
saja ada salah satu siswi kelas 10 yang mengalami keram didalam air dan hampir
tenggelam, dengan cepat Alex menolongnya, mengangkat tubuh adik kelasnya itu
dan membawanya ke UKS.
Pagi itu saat Alexa berjalan menuju kelasnya, Alexa mendengar beberapa siswa yang bergossip. Mereka membicarakan Alex yang mirip seperti tokoh hero saat menolong siswi kelas 10 yang hampir tenggelam, meskipun mendengar pembicaraan mereka, Alexa tidak memperdulikannya dan bergegas masuk kelas. Baru saja Alexa mendudukkan dirinya dan meluruskan kakinya, Kiki datang dengan nafas tidak beraturan seperti orang habis menyapu padang pasir. Kiki mengatur nafasnya dan menunjukkan photo di handphoennya.
“Lara, namanya Lara,” ucap Kiki. Alexa mengerutkan dahinya, terdapat tanda tanya di kepalanya, siapa Lara? Apa pentingnya Lara?.
“Lara, anak kelas 10 yang ditolongin Alex,” ucap Kiki. Alexa mengerti, jadi ini peremupuan yang di gossipkan siswa-siswa tadi. Perempuan itu terlihat manis dengan lesung di pipinya.
“Parahh
banget sumpahhhh, kemaren Alex nolongin ini anak, terus ngegendong ini anak
sampe UKS, sweet banget Alex, gue ngiri deh sama ni anak yang namanya Lara,”
ucap Kiki sambil terus melihat photo perempuan yang ada di handphone itu.
Bukannya cemburu ataupun marah saat mendengar cerita Kiki, Alexa justru tertawa
melihat kebaperan Kiki. Alexa tipikal perempuan yang tidak mudah cemburu dan
cuek. Sepertinya kejadian Alex menolong adik kelas yang bernama Lara itu
menjadi trending topik siswa satu sekolah. Hampir para siswa yang makan di
kantin membicarakan kejadian itu, Alexa tidak memperdulikan mereka, dia justru
menikmati semangkuk bakso yang dipesannya. Hampir saja Alexa tersedak bakso
yang dimakannya karena Kiki, Kiki menepuk pundak Alexa berkali-kali, sambil
melihat kearah meja kantin yang berada di pojok sana, kedua mata dan mulut Kiki
terbuka lebar.
“Kamu kenapa sih ki?, kaya orang kesambet setan aja,” ucap Alexa. Kiki lebih mirip seperti orang yang kaget karena melihat setan penasaran yang bergentayangan.
“Pacar
lo……,” ucap Kiki masih tidak berkedip. Alexa melihat arah yang Kiki pandang.
Alex, Alexa melihat Alex duduk bersama Lara. Cemburu, marah, Alexa sama sekali
tidak cemburu dan marah, menurutnya hal yang wajar seorang kakak kelas duduk
bersama adik kelasnya.
Gossip itu
tidak juga hilang, gossip yang membicarakan Alex menyelingkuhi Alexa, awalnya
Alexa tidak memperdulikan gossip itu, menanggapi sebuah gossip menurutnya
hanyalah membuang waktu. Makin lama Alexa juga bosan mendengarkan gossip mereka
yang selalu terdengar di telinga Alexa. Hingga saat itu tiba, saat pulang
sekolah Alexa menemani Kiki mengambil buku paket yang dipijam Dodo. Seperti
sebuah kejutan di siang hari, Alexa melihat Alex berada di depan kelasnya
bersama Lara, terlihat mereka saling berbincang dan Alexa sangat jelas melihat
Alex memberi sebuah coklat dan secarik kertas pada Lara. Alexa tidak percaya
dengan apa yang dilihatnya, Alexa berusaha untuk tidak mudah emosi dan
tetap berprasangka positif. Walaupun dalam hati Alexa begitu
terkejut melihat kedekatan mereka berdua. Alexa mendekati mereka berdua dan
mengambil secarik kertas yang diberikan Alex pada Lara. Dan kini Alex-lah yang
terkejut melihat kedatangan Alexa. Alexa membaca secarik kertas itu, dan
memandang Lara dan juga Alex. Surat cinta, secarik kertas itu adalah surat
cinta, kedua mata Alexa mulai memerah.
“Awalnya
aku kira yang diomongin mereka tentang kedekatan kamu sama dia (menunjuk Lara)
itu cuman gossip, dan aku tau sekarang kalo yang mereka omongin itu
fakta, kita putus.” ucap Alexa dengan emosinya. kali ini dia tidak bisa lagi
menahan emosinya, bahkan ingin dia melupakan semua emosinya. Alexa kemudian
pergi meninggalkan Alex dan Lara. tidak hanya Alex yang terkejut mendengar kata
putus itu, Kiki sebagai sahabat Alexa sangat terkejut mendengar apa yang baru
saja Alexa katakan.
Menurut Alexa putusnya hubungan percintaan dengan Alex tidak akan berpengaruh
banyak dalam hidupnya. Alex juga merasa bahwa putusnya hubungan dengan Alexa
tidak akan mengganggu kehidupannya. Memang dasarnya mereka berdua sama-sama
cuek. Genap satu minggu Alexa dan Alex tidak berstatus pacaran. Kiki dan Dodo
masih tidak percaya mereka berdua putus begitu saja.
“Al, seharusnya lo maafin Alex, sayang tau lo putus dari Alex,” ucap Kiki.
“Cowok kaya gitu nggak usah disayangin Ki, awalnya sih aku kira dia beda dari cowok lain yang sukanya mainin hati perempuan, nggak taunya sama aja,” ucap Alexa sambil memakan semangkuk bakso. Kiki masih menyayangkan hubungan Alexa dan Alex putus, begitu juga dengan Dodo.
“Lex, seharusnya lo minta maaf sama Alexa, sayang tau lo putus dari Alexa, dia itu cewek langka yang patut di pertahanin,” ucap Dodo.
“Cewek
kaya gitu nggak usah di pertahanin Do, awalnya gue kira dia beda sama cewek
lain, nggak taunya sama aja, emosian dan selalu merasa dirinya yang paling
benar,” ucap Alex sambil memakan semangkuk bakso.
Alexa merasa dirinya tidak lagi membutuhkan
sosok Alex dalam hidupnya, begitu juga Alex. Alex merasa merasa dirinya tidak
lagi membutuhkan sosok Alexa dalam hidupnya. Mereka berdua mengatakan bahkan
mereka berdua sudah saling melupakan dan move on, itukan menurut
mereka berdua, bagaimana dengan hati mereka berdua?, sepertinya hati mereka
berdua tidak bisa saling melupakan.
Seperti biasanya, saat bell pulang sekolah berbunyi Alex langsung pulang
kerumah, dan seperti biasanya Alex pulang mengendarai motor sportnya, di tengah
perjalanan hampir Alex bertubrukan dengan mobil dari arah berlawanan, untung
saja Alex sigap dan langsung menghindar. Alex menepikan motornya, dan melepas
helm yang dikenakannya. Alex teringat sosok Alexa, biasanya dia selalu
mengingatkan Alex untuk tidak mendengarkan musik selama mengendarai motor. Alex
melepas headset yang terpasang dikedua telinganya, dan melanjutkan kembali
perjalanannya. Sesampainya dirumah Alex memandangi headsetnya, benar kata Alexa
mendengarkan musik saat berkendara sangat berbahaya, karena tidak mendengar
suara klakson mobil dari arah berlawanan hampir Alex betubrukan dengan mobil
itu. Dan entah kenapa, setelah kejadian itu Alex terus terbayang sosok Alexa.
“Jangan kelamaan di kolam, nanti masuk angin”, ucap seseorang yang tidak asing dari belakang Alexa.
“Apaan sih Lex,” ucap Alexa spontan.
“Kok Lex sih, lo kepikiran Alex ya,” goda Kiki, membuat Alexa salah tingkah. Meskipun gelagat salah tingkahnya sudah terbaca, namun Alexa masih saja menutupinya.
“Kalo
masih sayang balikan aja kali Al,” goda Kiki untuk yang kedua kalinya.
Malam ini, tepatnya malam minggu, Alex sibuk mencari seseorang yang bernama
Zidan. Tadi pagi Dodo mengatakan pada Alex bahwa ada siswa kelas 12 dari
sekolah lain yang pendekatan alias PDKT dengan Alexa, awalnya Alex tidak
menghiraukan ucapan Dodo. Namun lama-kelamaan Alex kepikiran dengan ucapan
Dodo, Dodo mengatakan pada Alex bahwa laki-laki yang sedang melakukan
pendekatan dengan Alexa bernama Zidan. Dan malam ini Alex sangat ingin tahu
alias Kepo. Alex langsung mencari social media laki-laki yang bernama Zidan
itu. hampir tengah malam Alex mencari akun bernama Zidan yang dimaksud Dodo
diberbagai social media namun Alex tidak kunjung menemukannya.
Alexa sedang menikmati mimpinya di pagi hari, tiba-tiba saja datang sosok
makhluk tidak diundang yang membangunkan mimpi Alexa.
“Al,
Alex kecelakaan,” ucap Kiki. Alexa langsung terbangun, kedua matanya
langsung terbuka, mendengar Alex kecelakaan membuat jantung Alexa langsung
berdetak kencang dan tidak beraturan, bahkan darahnya seperti berhenti
mengalir. Kiki mengatakan bahwa Alex kecelakaan di sekitar rumah Dodo, dan
sekarang Alex berada di rumah Dodo. Dengan masih mengenakan baju tidur Alexa
membonceng Kiki menuju rumah Dodo. Di sepanjang jalan menuju rumah Dodo, Alexa
terus berharap tidak terjadi sesuatu hal buruk yang menimpa Alex. Akhirnya
Alexa dan Kiki sampai di rumah Dodo.
“Al
helmnya copot dulu,” ucap Kiki mengingatkan Alexa. Terburu-buru ingin
melihat Alex membuat Alexa lupa melepas helm yang dikenakannya. Alexa melihat
motor Alex terparkir di halaman rumah Dodo. Dodo membukakan pintu rumahnya
untuk Alexa, dan mengatakan Alex sedang istirahat di kamarnya. Alexa langsung
berjalan menghampiri kamar Dodo dan terlihat Alex tertidur lemas di atas kasur.
Dodo mengatakan bahwa sejak kecelakaan semalam, Alex masih tidak sadarkan diri
dan butuh istirahat.
“Lex, bangun, “ucap Alexa membangunkan Alex, Alex masih menutup rapat kedua matanya, dia sama sekali tidak merespon Alexa. Kedua mata Alexa mulai memerah.
“Dia kecelakaan gara-gara naik motor sambil dengerin musik Al,” ucap Dodo. Alexa memegang tangan Alex yang hanya diam, Alexa khawatir melihat Alex yang tidak kunjung bangun. Tiba-tiba saja Alex terbangun dan terkejut melihat kedatangan Alexa, dengan susah payah dia membuka kedua matanya untuk memastikan bahwa yang ada dihadapannya itu benar-benar Alexa.
“Alexa,
kamu kok bisa disini?” tanya Alex. Alexa menahan Alex untuk bangun dan
mengatakan bahwa Alex harus banyak istirahat, Alex baru saja siuman dan
seharusnya Alex tidak banyak bergerak agar kondisinya cepat pulih dari
kecelakaan. Alex tidak tahu apa yang dikatakan Alexa dan melihat kebingungan
Alex itu, Kiki dan Dodo tertawa membuat Alexa ikut kebingungan. Ternyata semua
cerita kecelakaan itu hanyalah rekayasa Dodo dan Kiki, dan sosok Zidan yang
dimaksud sedang melakukan pendekatan pada Alexa hanyalah kebohongan Dodo.
Pantas saja Alexa mengalami banyak kejanggalan, pertama motor Alex baik-baik
saja tidak ada goresan ataupun bekas kecelakaan dan yang kedua Alex tidak
mengalami memar ataupun luka karena kecelakaan. Alex bukan pingsan, tapi dia
tidur terlalu laurut malam, makannya tidurnya nyenyak, sebegitu nenyaknya
sampai Alex sama seperti orang pingsan. Alexa merasa malu karena dirinya telah
tertipu oleh kebohongan Dodo dan Kiki, Alex tersenyum melihat Alexa.
“Aku nggak kecelakaan, segitu khawatirnya ya kamu denger aku kecelakaan,” ucap Alex.
“Segitu khawatirnya juga kamu ngeliat aku diPDKT-in sama cowok lain” ucap Alexa.
“Kalo
masih saling sayang, balikan kali..” ucap Kiki dan Dodo kompak.
Sepertinya usaha Dodo dan Kiki untuk menyatukan Alexa dan Alex berhasil. Berkat
kehobongan mereka berdua, kesalah pahaman diantara Alex dan Alexa
terselesaikan. Surat cinta dan coklat yang diberikan Alex untuk Lara rupanya
milik Dodo, Dodo meminta Alex memberikan surat cinta dan coklat itu kepada
Lara. Dodo juga yang meminta Alex untuk menyelamatkan Lara saat Lara hampir
tenggelam dikolam renang karena Dodo tidak bisa berenang, dan juga ternyata
Lara adalah orang yang disukai Dodo, bukan Alex yang menyukai Lara. dan Lara
hanya menyukai Dodo bukan Alex. karena kebohongan Dodo dan Kiki, mereka
berhasil menyatukan Alex dan Alexa. Sepertinya yang setia menyukai Alexa adalah
Alex begitu juga sebaliknya.
Kejadian itu membuat Alexa belajar bahwa bahagia disaat melihatmu dan gelisah
disaat kehilangan kamu, serta nyaman berada didekat kamu adalah arti bahwa aku
sangat menyukaimu.



Komentar
Posting Komentar