Cold couple




COLD COUPLE



Di setiap sekolah pasti ada siswa yang sering menjadi pusat perhatian. Memiliki wajah tampan ataupun canntik, berprestasi, popular, siswa seperti itulah yang biasanya menjadi pusat perhatian dan menjadi idola siswa lainnya.

            Alex, siapa yang tidak mengenal dia, siswa SMA kelas 11 yang terkenal karena kepintarannya dibidang otomotif , siswa yang mewakili sekolahannya dalam lomba robotic tingkat Asia, selain kepintarannya dia juga memiliki wajah yang tampan. Banyak para siswi menyebutnya dengan sebutan lovely.

            Alexa, siswa kelas 11 yang memiliki wajah cantik, baik hati, murah senyum dan berjiwa sosial yang tinggi, sosok perempuan yang sempurna. Prestasi Alexa tidak diragukan lagi, dia sering memenangkan lomba debat bahasa inggris, dia juga berprestasi dalam bidang olahraga, khususnya renang. Sama seperti Alex, Alexa juga banyak diidolakan, banyak para siswa yang menginginkannya menjadi pacar dan sepertinya orang yang beruntung menjadi pacarnya adalah…


Ilustrasi Alexa (2) Pinterest 

“Lex pacar lo makin hari makin cantik aja ya,” ucap Dodo saat melihat Alexa berjalan menuju kantin dengan wajah cantiknya yang tidak pernah terlupakan. Alex hanya tersenyum, mengangguk sambil memakan bakso yang dipesannya. Alex-lah orang yang beruntung itu, Alex bisa membuat Alexa menjadi pacarnya. Banyak siswa yang menyebut Alex da  Alexa sebagai pasangan yang serasi.


 Ilustrasi Alex (2) Pinterest

            Seperti biasanya, setiap pulang sekolah Alexa selalu bersama Kiki, lebih tepatnya Alexa selalu membonceng Kiki. Sayangnya hari ini Kiki tidak membawa motor dan Kiki akan pulang bersama ayahnya. Berhubung Kiki tidak membawa motor, Alexa akan naik angkot untuk sampai rumah.

“Kalo ada pacar ngapain repot-repot naik angkot sih Al,” ucap Kiki tertawa. Tidak mau merepotkan, itulah yang selalu Alexa katakana saat Kiki memintanya untuk pulang bersama Alex. Meskipun berpacaran Alex dan Alexa tidak sering berangkat ataupun pulang sekolah bersama, mereka bahkan jarang menghabiskan waktu berdua. Tidak lama Alex datang menghampiri Alexa dan Kiki. Dalam hati Alexa berkata, kenapa bisa kebetulan Alex datang.

 

“Ayo gue anter pulang,” ucap Alex. Kenapa bisa kebetulan sekali Alex ingin mengantarkan Alexa pulang?.

“Udah sana pulang bareng, jangan langsung pulang kerumah, ngetem aja dulu, itung-itung ngedate,” ucap Kiki tertawa.

“Itu sih kamu Ki, sukanya ngetem di pinggir jalan” ucap Alexa seraya mencubit pipi Kiki, membuat Kiki meringis dan Alex tertawa melihat kelakuan keduanya.

 

            Jarak antar rumah Alex dan Alexa terbilang lumayan jauh, rumah mereka berlawanan arah. Alexa memperhatikan Alex dari balik kaca spion motor. Alexa meminta Alex untuk menghentikan motornya dipinggir jalan dan meminta Alex untuk membuka helmnya, Alex sedikit bingung, Alexa melepas headset yang terpasang di kedua telinga Alex.

 

“Bahaya, naik motor sambil dengerin musik,” ucap Alexa. Alex tersenyum melihat Alexa yang begitu perhatian. Alex mengenakan kembali helmnya dan melaju motornya kembali.

 

            Kolam renang sekolah adalah tempat favorite Alexa , siang itu guru matematika tidak mengajar, sehingga tiga jam pelajaran kosong. Disaat teman-teman satu kelas Alexa memilih makan dan tidur untuk mengisi kekosongan jam pelajaran, Alexa justru memilih bersantai di kolam renang sekolah yang letaknya berada di bagian timur sekolah. Alexa melepas sepatu beserta kaos kakinya, kemudian dia duduk ditepi kolam dan memasukkan kedua kakinya kedalam kolam. Alexa biasa melakukan hal itu untuk mengisi kekosongan waktunya disekolah, menikmati tenangnya suasana kolam renang sambil mendengarkan musik melalui handphone.

 

“Jangan kelamaan di kolam, nanti masuk angin,” ucap seseorang yang tidak asing dari arah belakang Alexa, Alexa mengarahkan padangannya kebelakang dan melihat Alex dengan buku otomotifnya.

“Jangan kebanyakan belajar, nanti otaknya bocor,” ucap Alexa. Terjadi keheningan sejenak, mereka berdua saling pandang dan tertawa. Meskipun mereka berdua berpacaran, bukan berarti mereka sering menghabiskan waktu bersama. Meskipun mereka berdua berpacaran, bukan berarti mereka sering menggombal dan merayu. Alexa dan Alex jarang bertemu, mereka berdua sibuk dengan kesibukan mereka masing-masing. Alex sibuk dengan dunia otomitifnya dan Alexa sibuk dengan berbagai kompetisi dan hobbinya. Alexa dan Alex tidak pernah saling menggombal ataupun merayu, saat tanpa sengaja bertemupun mereka berdua hanya saling menyapa dan tersenyum. Mereka berdua jarang bertelephone, bahkan tidak pernah bertelephone, chattinganpun jarang mereka lakukan. Sedari awal berpacaran, mereka berdua sudah membuat kesepakatan untuk tidak berlebihan dalam berpacaran dan tetap memprioritaskan pelajaran dari pada pacaran.

 

            Tidak terasa kini Alexa dan teman-temannya telah menjadi senior, kini Alexa menduduki kelas 12 SMA. Tidak terasa pula hubungan Alexa dan Alex hampir dua tahun. Saat itu Alex dan teman-teman satu kelasnya sedang berada di kolam renang untuk mengisi pelajaran olahraga.

“Lex, adek kelas manis-manis banget ya kaya madu,” ucap Dodo pada Alex, Alex hanya tertawa melihat temannya yang playboy itu. Kebetulan jam pelajaran olahraga kelas Alex bersamaan dengan jam pelajaran olahraga kelas10. Saat itu Alex ingin keluar dari kolam dan mengganti pakaian renangnya dengan seragam, tiba-tiba saja ada salah satu siswi kelas 10 yang mengalami keram didalam air dan hampir tenggelam, dengan cepat Alex menolongnya, mengangkat tubuh adik kelasnya itu dan membawanya ke UKS.

 

            Pagi itu saat Alexa berjalan menuju kelasnya, Alexa mendengar beberapa siswa yang bergossip. Mereka membicarakan Alex yang mirip seperti tokoh hero saat menolong siswi kelas 10 yang hampir tenggelam, meskipun mendengar pembicaraan mereka, Alexa tidak memperdulikannya dan bergegas masuk kelas. Baru saja Alexa mendudukkan dirinya dan meluruskan kakinya, Kiki datang dengan nafas tidak beraturan seperti orang habis menyapu padang pasir. Kiki mengatur nafasnya dan menunjukkan photo di handphoennya.


“Lara, namanya Lara,” ucap Kiki. Alexa mengerutkan dahinya, terdapat tanda tanya di kepalanya, siapa Lara? Apa pentingnya Lara?. 

“Lara, anak kelas 10 yang ditolongin Alex,” ucap Kiki. Alexa mengerti, jadi ini peremupuan yang di gossipkan siswa-siswa tadi. Perempuan itu terlihat manis dengan lesung di pipinya.

“Parahh banget sumpahhhh, kemaren Alex nolongin ini anak, terus ngegendong ini anak sampe UKS, sweet banget Alex, gue ngiri deh sama ni anak yang namanya Lara,” ucap Kiki sambil terus melihat photo perempuan yang ada di handphone itu.

 

            Bukannya cemburu ataupun marah saat mendengar cerita Kiki, Alexa justru tertawa melihat kebaperan Kiki. Alexa tipikal perempuan yang tidak mudah cemburu dan cuek. Sepertinya kejadian Alex menolong adik kelas yang bernama Lara itu menjadi trending topik siswa satu sekolah. Hampir para siswa yang makan di kantin membicarakan kejadian itu, Alexa tidak memperdulikan mereka, dia justru menikmati semangkuk bakso yang dipesannya. Hampir saja Alexa tersedak bakso yang dimakannya karena Kiki, Kiki menepuk pundak Alexa berkali-kali, sambil melihat kearah meja kantin yang berada di pojok sana, kedua mata dan mulut Kiki terbuka lebar.

 

“Kamu kenapa sih ki?, kaya orang kesambet setan aja,” ucap Alexa. Kiki lebih mirip seperti orang yang kaget karena melihat setan penasaran yang bergentayangan.

“Pacar lo……,” ucap Kiki masih tidak berkedip. Alexa melihat arah yang Kiki pandang. Alex, Alexa melihat Alex duduk bersama Lara. Cemburu, marah, Alexa sama sekali tidak cemburu dan marah, menurutnya hal yang wajar seorang kakak kelas duduk bersama adik kelasnya.

 

            Gossip itu tidak juga hilang, gossip yang membicarakan Alex menyelingkuhi Alexa, awalnya Alexa tidak memperdulikan gossip itu, menanggapi sebuah gossip menurutnya hanyalah membuang waktu. Makin lama Alexa juga bosan mendengarkan gossip mereka yang selalu terdengar di telinga Alexa. Hingga saat itu tiba, saat pulang sekolah Alexa menemani Kiki mengambil buku paket yang dipijam Dodo. Seperti sebuah kejutan di siang hari, Alexa melihat Alex berada di depan kelasnya bersama Lara, terlihat mereka saling berbincang dan Alexa sangat jelas melihat Alex memberi sebuah coklat dan secarik kertas pada Lara. Alexa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, Alexa berusaha untuk tidak mudah  emosi dan tetap berprasangka positif. Walaupun dalam hati Alexa begitu terkejut melihat kedekatan mereka berdua. Alexa mendekati mereka berdua dan mengambil secarik kertas yang diberikan Alex pada Lara. Dan kini Alex-lah yang terkejut melihat kedatangan Alexa. Alexa membaca secarik kertas itu, dan memandang Lara dan juga Alex. Surat cinta, secarik kertas itu adalah surat cinta, kedua mata Alexa mulai memerah.

“Awalnya aku kira yang diomongin mereka tentang kedekatan kamu sama dia (menunjuk Lara) itu cuman gossip, dan aku tau sekarang kalo yang mereka omongin itu fakta, kita putus.” ucap Alexa dengan emosinya. kali ini dia tidak bisa lagi menahan emosinya, bahkan ingin dia melupakan semua emosinya. Alexa kemudian pergi meninggalkan Alex dan Lara. tidak hanya Alex yang terkejut mendengar kata putus itu, Kiki sebagai sahabat Alexa sangat terkejut mendengar apa yang baru saja Alexa katakan.

 

            Menurut Alexa putusnya hubungan percintaan dengan Alex tidak akan berpengaruh banyak dalam hidupnya. Alex juga merasa bahwa putusnya hubungan dengan Alexa tidak akan mengganggu kehidupannya. Memang dasarnya mereka berdua sama-sama cuek. Genap satu minggu Alexa dan Alex tidak berstatus pacaran. Kiki dan Dodo masih tidak percaya mereka berdua putus begitu saja.

 

“Al, seharusnya lo maafin Alex, sayang tau lo putus dari Alex,” ucap Kiki.

“Cowok kaya gitu nggak usah disayangin Ki, awalnya sih aku kira dia beda dari cowok lain yang sukanya mainin hati perempuan, nggak taunya sama aja,” ucap Alexa sambil memakan semangkuk bakso. Kiki masih menyayangkan hubungan Alexa dan Alex putus, begitu juga dengan Dodo.

“Lex, seharusnya lo minta maaf sama Alexa, sayang tau lo putus dari Alexa, dia itu cewek langka yang patut di pertahanin,” ucap Dodo.

“Cewek kaya gitu nggak usah di pertahanin Do, awalnya gue kira dia beda sama cewek lain, nggak taunya sama aja, emosian dan selalu merasa dirinya yang paling benar,” ucap Alex sambil memakan semangkuk bakso.

 

            Alexa merasa dirinya tidak lagi membutuhkan sosok Alex dalam hidupnya, begitu juga Alex. Alex merasa merasa dirinya tidak lagi membutuhkan sosok Alexa dalam hidupnya. Mereka berdua mengatakan bahkan mereka berdua sudah saling melupakan dan move on, itukan menurut mereka berdua, bagaimana dengan hati mereka berdua?, sepertinya hati mereka berdua tidak bisa saling melupakan.

 

            Seperti biasanya, saat bell pulang sekolah berbunyi Alex langsung pulang kerumah, dan seperti biasanya Alex pulang mengendarai motor sportnya, di tengah perjalanan hampir Alex bertubrukan dengan mobil dari arah berlawanan, untung saja Alex sigap dan langsung menghindar. Alex menepikan motornya, dan melepas helm yang dikenakannya. Alex teringat sosok Alexa, biasanya dia selalu mengingatkan Alex untuk tidak mendengarkan musik selama mengendarai motor. Alex melepas headset yang terpasang dikedua telinganya, dan melanjutkan kembali perjalanannya. Sesampainya dirumah Alex memandangi headsetnya, benar kata Alexa mendengarkan musik saat berkendara sangat berbahaya, karena tidak mendengar suara klakson mobil dari arah berlawanan hampir Alex betubrukan dengan mobil itu. Dan entah kenapa, setelah kejadian itu Alex terus terbayang sosok Alexa.

 

“Jangan kelamaan di kolam, nanti masuk angin”, ucap seseorang yang tidak asing dari belakang Alexa.

“Apaan sih Lex,” ucap Alexa spontan.

“Kok Lex sih, lo kepikiran Alex ya,” goda Kiki, membuat Alexa salah tingkah. Meskipun gelagat salah tingkahnya sudah terbaca, namun Alexa masih saja menutupinya.

“Kalo masih sayang balikan aja kali Al,” goda Kiki untuk yang kedua kalinya.

 

            Malam ini, tepatnya malam minggu, Alex sibuk mencari seseorang yang bernama Zidan. Tadi pagi Dodo mengatakan pada Alex bahwa ada siswa kelas 12 dari sekolah lain yang pendekatan alias PDKT dengan Alexa, awalnya Alex tidak menghiraukan ucapan Dodo. Namun lama-kelamaan Alex kepikiran dengan ucapan Dodo, Dodo mengatakan pada Alex bahwa laki-laki yang sedang melakukan pendekatan dengan Alexa bernama Zidan. Dan malam ini Alex sangat ingin tahu alias Kepo. Alex langsung mencari social media laki-laki yang bernama Zidan itu. hampir tengah malam Alex mencari akun bernama Zidan yang dimaksud Dodo diberbagai social media namun Alex tidak kunjung menemukannya.

 

            Alexa sedang menikmati mimpinya di pagi hari, tiba-tiba saja datang sosok makhluk tidak diundang yang membangunkan mimpi Alexa.

 

“Al, Alex kecelakaan,”  ucap Kiki. Alexa langsung terbangun, kedua matanya langsung terbuka, mendengar Alex kecelakaan membuat jantung Alexa langsung berdetak kencang dan tidak beraturan, bahkan darahnya seperti berhenti mengalir. Kiki mengatakan bahwa Alex kecelakaan di sekitar rumah Dodo, dan sekarang Alex berada di rumah Dodo. Dengan masih mengenakan baju tidur Alexa membonceng Kiki menuju rumah Dodo. Di sepanjang jalan menuju rumah Dodo, Alexa terus berharap tidak terjadi sesuatu hal buruk yang menimpa Alex. Akhirnya Alexa dan Kiki sampai di rumah Dodo.

 

“Al helmnya copot dulu,” ucap Kiki mengingatkan  Alexa. Terburu-buru ingin melihat Alex membuat Alexa lupa melepas helm yang dikenakannya. Alexa melihat motor Alex terparkir di halaman rumah Dodo. Dodo membukakan pintu rumahnya untuk Alexa, dan mengatakan Alex sedang istirahat di kamarnya. Alexa langsung berjalan menghampiri kamar Dodo dan terlihat Alex tertidur lemas di atas kasur. Dodo mengatakan bahwa sejak kecelakaan semalam, Alex masih tidak sadarkan diri dan butuh istirahat.

 

“Lex, bangun, “ucap Alexa membangunkan Alex, Alex masih menutup rapat kedua matanya, dia sama sekali tidak merespon Alexa. Kedua mata Alexa mulai memerah.

“Dia kecelakaan gara-gara naik motor sambil dengerin musik Al,” ucap Dodo. Alexa memegang tangan Alex yang hanya diam, Alexa khawatir melihat Alex yang tidak kunjung bangun. Tiba-tiba saja Alex terbangun dan terkejut melihat kedatangan Alexa, dengan susah payah dia membuka kedua matanya untuk memastikan bahwa yang ada dihadapannya itu benar-benar Alexa.

“Alexa, kamu kok bisa disini?” tanya Alex. Alexa menahan Alex untuk bangun dan mengatakan bahwa Alex harus banyak  istirahat, Alex baru saja siuman dan seharusnya Alex  tidak banyak bergerak agar kondisinya cepat pulih dari kecelakaan. Alex tidak tahu apa yang dikatakan Alexa dan melihat kebingungan Alex itu, Kiki dan Dodo tertawa membuat Alexa ikut kebingungan. Ternyata semua cerita kecelakaan itu hanyalah rekayasa Dodo dan Kiki, dan sosok Zidan yang dimaksud sedang melakukan pendekatan pada Alexa hanyalah kebohongan Dodo. Pantas saja Alexa mengalami banyak kejanggalan, pertama motor Alex baik-baik saja tidak ada goresan ataupun bekas kecelakaan dan yang kedua Alex tidak mengalami memar ataupun luka karena kecelakaan. Alex bukan pingsan, tapi dia tidur terlalu laurut malam, makannya tidurnya nyenyak, sebegitu nenyaknya sampai Alex sama seperti orang pingsan. Alexa merasa malu karena dirinya telah tertipu oleh kebohongan Dodo dan Kiki, Alex tersenyum melihat Alexa.

 

“Aku nggak kecelakaan, segitu khawatirnya ya kamu denger aku kecelakaan,” ucap Alex.

“Segitu khawatirnya juga kamu ngeliat aku diPDKT-in sama cowok lain” ucap Alexa.

“Kalo masih saling sayang, balikan kali..” ucap Kiki dan Dodo kompak.

 

            Sepertinya usaha Dodo dan Kiki untuk menyatukan Alexa dan Alex berhasil. Berkat kehobongan mereka berdua, kesalah pahaman diantara Alex dan Alexa terselesaikan. Surat cinta dan coklat yang diberikan Alex untuk Lara rupanya milik Dodo, Dodo meminta Alex memberikan surat cinta dan coklat itu kepada Lara. Dodo juga yang meminta Alex untuk menyelamatkan Lara saat Lara hampir tenggelam dikolam renang karena Dodo tidak bisa berenang, dan juga ternyata Lara adalah orang yang disukai Dodo, bukan Alex yang menyukai Lara. dan Lara hanya menyukai Dodo bukan Alex. karena kebohongan Dodo dan Kiki, mereka berhasil menyatukan Alex dan Alexa. Sepertinya yang setia menyukai Alexa adalah Alex begitu juga sebaliknya.

 

            Kejadian itu membuat Alexa belajar bahwa bahagia disaat melihatmu dan gelisah disaat kehilangan kamu, serta nyaman berada didekat kamu adalah arti bahwa aku sangat menyukaimu.

 

"budayakan untuk tidak copas tanpa cantumkan sumber ya, makasih udah sempetin baca"


 



Komentar